Aku Melakukan Perbuatan Baik di Lokasi Konstruksi, Tetapi Aku Malah Dipecat oleh Bos, Alasanya Membuat Aku Lega

Erabaru.net. Ini adalah kejadian yang terjadi beberapa tahun yang lalu.

Saat itu, aku tidak bisa melanjutkan studiku, jadi aku memutuskan untuk bekerja.

Karena pendidikanku hanya SMU dan tidak memiliki keahlian khusus, aku terpaksa bekerja di lokasi konstruksi.

Meskipun pekerjaannya sangat berat, namun, hatiku merasa tenang.

Di lokasi konstruksi ada banyak orang dari beberapa daerah dan sesuatu yang buruk selalu terjadi.

Siang hari itu, para pekerja berbaris, mengantri untuk makan siang.

Pada saat ini, seorang pria paruh baya datang.

Dia tidak mengantri, jadi dia langsung menyerobot di depan seorang pria tua kurus.

Prita tua itu adalah pekerja bagian kebersihan, dan saat itu dia sudah merasa sangat lapar, jadi dia mengeluh.

Siapa yang menyangka pria paruh baya itu mendorong pria tua itu hingga terjatuh.

Dia juga memaki-maki pria tua itu, mengatakan orang tua tak tahu malu.

Pria tua itu sangat marah sehingga dia hanya bisa menangis.

Tetapi para pekerja lainya hanya dia, kebanyakan dari mereka hanya melihatnya dan tidak mau terlibat.

Karena aku masih muda, darah mudaku terusik, dan aku segera maju.

Anda masih muda, mengapa tidak mau antri, kamu beraninya dengan orang tua.

Akibatnya, dia menjadi marah dan mencoba memukulku.

Aku mengelak, dan aku tidak terima dengan perlakuannya, akhirnya kami bertengkar.

Pada akhirnya, dia aku buat sampai tidak berkutik.

Mendengar ribut-ribut, kemudian bos datang, dia mengkritik pria paruh baya itu terlebih dahulu.

Mengatakan padanya untuk berkemas dan keluar, mengatakan bahwa intimidasi tidak diperbolehkan di lokasi konstruksi.

Aku sangat senang, aku pikir bos telah mengambik tindakan yang benar.

Pada saat ini, bos jua menunjuk kepadaku, dan berkata : “Kamu juga harus keluar, kami tidak ingin lagi ada keributan di lokasi konstruksi ini!”

Ketika mendengarnya, aku merasa sangat sedih.

Jelas aku hanya untuk membela pria tua itu, tapi mengapa bos juga memecatku?

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, aku segera meninggalkan lokasi konstruksi.

Tanpa aku diduga, malam itu, aku menerima telepon. Itu adalah dari bos dan dia meminta maaf kepadaku.

Pada saat ini, bos itu menjelaskan kepadaku.

Ternyata dia juga tahu bahwa aku telah melakukan perbuatan baik.

Namun, di lokasi konstruksi, ada banyak warga desa dan saudara dari pria paruh baya itu.

Bos takut kalau-kalau pria itu akan membalas dendam kepadaku.

Karena itu, dia membiarkan aku pergi karena dia takut aku akan dicelakai oleh mereka.

Bos mengatakan bahwa dia menghargai kebaikanku.

Dia memberiku 5 juta dan memperkenalkan dengan seorang ahli bangunan agar aku berlajar padanya.

Sejak itu, hidupku berubah.

Setiap kali saya memikirkan hal ini, saya menjadi emosional.

Melakukan perbuatan baik itu tidak ada ruginya!(lidya/yn)

Sumber: uos.news