Wanita Tua Penjual Sayur Menangis Ketika Menerima Uang Palsu 100 Yuan, Tindakan Wanita yang Lewat Telah Menghangatkan Hati

Erabaru.net. Sosoknya kecil, bungkuk, mengenakan pakaian kumal, dengan wajah keriput, namanya Liu Chunmei atau orang sering memanggilnya Bibi Liu, dan ada banyak orang yang mengenalnya di jalan itu.

Dia berasal dari desa dan menjual sayuran segar. Semua orang suka membeli sayuran hijau dari Bibi Liu Chunmei. Pagi itu, seorang pria muda dengan rambut gondrong tiba-tiba datang, berjongkok dan tengok kanan, tengok kiri, dan akhirnya membeli 2 kubis.

Bibi Liu mengatakan bahwa 2 kubis harganya hanya 3 yuan, dan pemuda itu mengeluarkan uang seratus yuan.

“Besar sekali, apakah ada uang yang lebih kecil?” Kata Bibi Liu

“Tidak, jika kamu tidak ada kembaliannya, aku akan membeli di orang lain,” kata pemuda itu.

Takut dia membeli ke tempat lain, Bibi Liu mengambil uang itu dan pergi ke stan Paman Li di sebelah, tetapi Paman Li sedang tidak ada di sana. Sebelumnya, ketika Bibi Liu menerima uang dengan nominal besar, dia akan meminta Paman Li untuk memeriksanya.

“Bibi, kamu takut kalau uang itu palsu, jangan khawatir, itu asli,” kata pemuda itu.

Bibi Liu melihat bahwa pemuda itu tampaknya jujur, dan dengan ragu-ragu, dia akhirnya menerimanya dan memberikan kembalian pada pemuda itu.

Setelah Paman Li kembali, Bibi Liu bergegas membawa uang itu dan berkata: “Bantu aku melihat apakah uang ini asli.”

Paman Li memperhatikan untuk waktu yang lama, lalu tiba-tiba mengerutkan kening dan berkata: “Dari mana kamu mendapatkannya?”

“Seseorang baru saja membeli sayuranku,” jawab Bibi Liu.

Paman Li menepuk kepalanya sendiri dan berkata: “Oh, ini tidak benar, kamu telah menerima uang palsu.”

Bibi Liu kaget dan diam untuk waktu yang lama, tiba-tiba menangis, lalu berkata: “Saya tidak dapat menghasilkan seratus yuan dari menjual sayuran selama beberapa hari …”

“Bibi Liu, matamu tidak begitu baik dalam melihat uang, kamu jangan mau menerima tagihan besar lain kali,” kata Paman Li sambil menghela nafas.

Kerumunan orang-orang yang menonton semakin banyak, dan semua orang berbicara satu sama lain, mengambil uang kertas seratus yuan di tangan Bibi Liu, dan mereka semua mengatakan bahwa itu adalah uang palsu.

Seorang wanita paruh baya yang gemuk tiba-tiba mengambil uang seratus yuan itu, dan berkata: ” Mana uang itu, Coba aku lihat?”

Wanita itu membolak balik uang itu, dan tiba-tiba dia meletakkannya di telapak tangan Bibi Liu Chunmei lagi dan berkata: “Bibi, ini uang asli, siapa bilang itu uang palsu.”

Kerumunan penonton berangsur-angsur bubar, dan Bibi Liu diam-diam membawa uang itu kepada Paman Li lagi dan berkata: “Tolong lihat sekali lagi yang benar. Seseorang baru saja mengatakan bahwa uang ini asli, sepertinya mereka tidak berbohong kepadaku.”

Paman Li mengambil uang itu dan melihatnya sekali lagi. Dia menggaruk-garuk kepalanya dan berkata: “Saya bingung, sebelumnya palsu, tetapi uang ini kok berubah jadi asli.”

“Kamu kurang teliti kali?” Liu Chunmei berkata.

Paman Li memegang jidatnya, merasa sedikit malu, jadi dia berpura-pura melihatnya lagi, dan berkata dengan sungguh-sungguh, “Potongan ini memang uang sungguhan, aku yakin.”

Bibi Liu yang sebelumnya tampak sedih, saat itu tersenyum lebar.

Sebenarnya, uang itu memang palsu, tapi wanita paruh baya yang terakhir memeriksanya telah menggantinya dengan uang pribadinya. (lidya/yn)

Sumber: ezp9