Hindari Konsumsi 4 Makanan Pemicu Diabetes Ini, Jangan Cuma Menyalahkan yang Manis-manis

Erabaru.net. Diabetes adalah penyakit kronis yang umum terjadi dalam kehidupan, yang sangat mempengaruhi hidup seseorang. Jika gula darah dalam tubuh sudah terlampau tinggi, itu juga akan menyebabkan berbagai komplikasi. Oleh karena itu, kita perlu lebih sering memperhatikan pengkondisian yang tepat agar terhindar dari gangguan itu.

Kebanyakan orang mungkin mengira bahwa sumber penyakit diabetes adalah makanan manis, memang tidak salah, konsumsi makanan manis yang berlebihan dapat berpengaruh terhadap kadar gula darah.

Namun, sumber pemicu diabetes sebenarnya bukanlah makanan manis, tetapi karbohidrat, jadi yang perlu kita perhatikan sehari-hari adalah pengontrolan yang tepat terhadap asupan karbohidrat.

Menurut dokter spesialis vaskular dan peneliti diabetes, makanan manis bukanlah penyebab utama komplikasi dan naiknya kadar gula darah (hiperglikemia) yang disebabkan oleh penyakit diabetes.

Dalam mengendalikan asupan gula, perlu juga menghilangkan asupan karbohidrat dan pati, sehingga mencegah zat-zat ini diubah menjadi glukosa melalui kadar hormon metabolisme dan mengalir ke seluruh tubuh lewat peredaran darah yang meningkatkan risiko klinis penyakit.

  1. Roti

Roti yang dijual di toko roti biasanya kaya dengan rasa dan berwarna-warni bentuknya. Ketika kita berjalan di depan pintunya, aroma susu yang sangat harum langsung tercium, membuat hati terpikat untuk mampir.

Untuk meningkatkan cita rasa roti, beberapa pembuat roti bahkan menambahkan banyak krim atau mentega keju dan sakarin dalam proses pembuatannya. Zat ini dapat dengan mudah diubah oleh tubuh kita menjadi karbohidrat dan asam lemak tak jenuh. Dengan demikian memperparah kandungan gula yang tinggi dalam tubuh kita dan mempengaruhi kesehatan kita.

  1. Kue beras

Kandungan pati dan karbohidrat dalam kue beras itu sendiri sudah relatif tinggi, apa lagi kandungan gula dalam proses pembuatan menjadi kue juga sangat tinggi, sehingga para penderita diabetes tidak dianjurkan untuk mengonsumsi kue beras, karena jika penderita diabetes mengonsumsi makanan yang mudah menyebabkan peningkatan kadar gula darah, maka kadar gula darahnya akan sulit untuk dikendalikan dalam kisaran yang ideal.

  1. Pasta kacang atau taosha

Prinsip diet penderita gula darah tinggi dan diabetes adalah menghindari makan makanan bergizi seperti pasta kacang atau taosha, karena pasta kacang dalam proses produksinya akan menggunakan banyak sakarin, glukosa dan karbohidrat, sehingga asupannya akan mudah memicu kenaikan kadar gula darah atau gangguan metabolik lainnya.

  1. Mie

Sekarang makanan pokok yang sering kita jumpai selain nasi adalah mie. Kita sering menggunakan mie sebagai makanan yang paling enak untuk sarapan di pagi hari. Semangkuk mie kuah panas bisa menambah nutrisi tubuh, membuat perut terasa kenyang dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Tapi hal yang mungkin tidak banyak orang tahu adalah kandungan gula dalam mie mencapai 80. Jika kita makan mie berlebihan, itu juga dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh. Tentu sangat mengganggu dalam upaya penderita hiperglikemia dalam mengontrol kestabilan kadar gula darah. Jadi perlu menghindari makan mie.

Apa yang terjadi pada tubuh ketika kadar gula darah naik ?

  1. Terasa haus

Gejala khas dari peningkatan kadar gula darah adalah fenomena haus, karena sejumlah besar air akan hilang setelah peningkatan gula darah dalam tubuh, sehingga muncul rasa haus yang tidak biasa. Ketika terjadi fenomena ini, minum banyak air pun tidak akan menyembuhkan rasa haus, kuncinya hanya pada menstabilkan gula darah.

  1. Meningkatnya frekuensi buang air kecil

Fenomena lain yang juga akan muncul setelah kadar gula darah dalam tubuh naik adalah peningkatan frekuensi buang air kecil. dan jumlah urinnya juga banyak, bahkan bisa sampai beberapa kali lebih banyak dari sebelumnya. Selain itu banyak gelembung-gelembung dalam urin yang sulit menghilang.

  1. Kesemutan atau mati rasa pada anggota badan

Ketika kadar gula darah dalam tubuh manusia terlalu tinggi, dia akan menyebabkan glukosa dalam tubuh kita diubah menjadi neuropati, yang kemudian menimbulkan rasa kesemutan atau mati rasa pada bagian dari anggota badan.

Di sisi lain, jika gula darah dalam tubuh terus meningkat, itu juga akan menyebabkan penurunan fungsi berbagai organ dan sel tubuh, Kemudian kerusakan otak yang diakibatkan oleh gangguan metabolismenya juga lebih mungkin menyebabkan fenomena mati rasa.

  1. Terasa nyeri pada bagian kaki

Gula darah tinggi dan nyeri pada kaki mungkin karena gangguan diabetes bersamaan dengan naiknya kadar asam urat. Hal mana membutuhkan tes asam urat. Jika Anda kelebihan berat badan, disertai gula darah tinggi, kemungkinan besar terjadi komplikasi hiperurisemia.

Selain itu, nyeri kaki dapat disebabkan oleh komplikasi vaskular dan neurologis, tetapi kontrol gula darah yang buruk dalam jangka panjang oleh penderita diabetes juga dapat menyebabkan komplikasi vaskular diabetes. Jika terjadi penyempitan vaskular, di mana hal itu akan menyebabkan berkurangnya suplai darah ke bagian bawah dari anggota badan, kemudian mengakibatkan nyeri iskemik. Jika disertai dengan diabetes, peradangan saraf juga dapat menyebabkan rasa nyeri pada kaki.(sin/yn)

Sumber: aboluowang