Setengah Daratan Tiongkok Dilanda Gelombang Panas, Heat Stroke Mengakibatkan Kematian

oleh Chen Yue

Baru-baru ini, gelombang panas dengan suhu udara melebihi 44°C melanda sebagian besar wilayah Tiongkok. Heat stroke yang jarang terjadi telah muncul di banyak tempat, dan menelan banyak korban.

Seorang pria pembawa berita dari stasiun TV Suzhou di provinsi Jiangsu, Tiongkok tiba-tiba mengalami mimisan pada hidung sebelah kanan saat menyiarkan berita malam, darah mengalir dari lubang hidung sampai ke dagunya. Usai tugas penyiaran ia menjelaskan bahwa mimisan terjadi karena cuaca panas.

Selama beberapa hari terakhir, lebih dari 20 provinsi di daratan Tiongkok telah dilanda gelombang panas yang langka. 

Tercatat hingga 13 Juli pukul 15:30, sudah ada lebih dari 90 peringatan suhu udara panas berwarna merah (tertinggi) yang dikeluarkan oleh pihak berwenang Kota Shanghai, Jiangsu, Chongqing, Zhejiang dan tempat-tempat lainnya. Suhu udara di tempat-tempat tersebut telah melampaui 40°C.

Dalam 4 hari berturut-turut Shanghai telah mengeluarkan dua peringatan suhu tinggi berwarna merah, akibat suhu udara tertinggi mencapai 41°C.

Ms. Zhu, warga Shanghai mengatakan : “Tampaknya suhu udara panas tahun ini datang lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya. Meskipun baru bulan Juli, tetapi saya merasa (cuaca panas) telah mencapai puncaknya”.

Tao Yuhan, pengunjung kebun binatang berusia 24 tahun di Shanghai mengatakan : “Saya biasanya tidak keluar rumah pada siang hari, karena saya tahu di luar rumah udara sangat panas. Saya mendengar tentang Xujiahui (kawasan pusat bisnis Shanghai) beberapa hari rasanya suhu udara mencapai lebih dari 50°C. Mengerikan”.

Suhu panas ekstrem menyebabkan peningkatan jumlah orang yang dirawat di rumah sakit karena serangan panas. Banyak pasien yang didiagnosis dengan heat stroke bahkan ada korban yang meninggal.

Menurut laporan sejumlah media di daratan Tiongkok, ada seorang pasien laki-laki berusia 49 tahun yang tiba-tiba jatuh pingsan saat bekerja dalam cuaca panas lalu di larikan ke Rumah Sakit Pusat Kota Lishui, Provinsi Zhejiang. Suhu tubuhnya mencapai 40,7°C saat dirawat di rumah sakit. Nyawanya tak tertolong setelah dokter mendiagnosis dengan serangan stroke akibat panas.

Heat stroke memiliki tingkat kematian sampai 50% bagi penderitanya. Saat ini sudah banyak pasien di Tiongkok yang didiagnosis terkena heat stroke karena gelombang panas yang sedang melanda.

Selain itu, teriknya sinar matahari bahkan membuat fasilitas umum berubah bentuk dan rusak.

Permukaan jalan semen di sebuah kota di Provinsi Jiangxi menjadi cembung sekitar 15 sentimeter gara-gara teriknya sinar matahari.

Di Kota Chongqing, dilaporkan bahwa pada suhu tinggi 41°C, genteng pada Gedung Balai Peringatan Migrasi Selatan Peninggalan Budaya Kota Terlarang Chongqing jatuh keseluruhan ke tanah. Akibat suhu udara di atap dan tanah pada hari itu mencapai 50°C hingga 60°C.

Masyarakat sampai bingung, padahal bangunan balai tersebut baru selesai dibangun 2 tahun silam, gentengnya sudah ambrol karena panas.

Beberapa netizen lokal melaporkan bahwa suhu udara tinggi yang terus menerus selama beberapa hari terakhir menyebabkan kaca pada halte bus di Distrik Jiangbei, Chongqing menjadi “pecah berkeping-keping” dan berserakan di lantai peron.

Menurut ramalan cuaca Tiongkok, bahwa gelombang panas masih akan berlanjut selama 10 hari di wilayah Cekungan Sichuan, Jiangnan, Tiongkok Selatan bagian tengah dan utara, serta daerah sekitarnya. (sin)